Sebuah renungan

Sebuah renungan

Sebuah renungan
Ada seseorang yang jatuh sakit, sakit keras. Kemudian salah seorang temannya menjenguk dan bertanya "Kamu sudah pergi ke dokter belum?". Yang sakit sangat lemah untuk menjawab pertanyaan itu. Istrinya kemudian menjawab "Lihat saja kak, dia tidak mau ke dokter, katanya tidak percaya sama dokter".
Teman yang menjenguk menasehati si sakit "Kamu harus ke dokter, Saya tidak mau kehilangan kamu. Selama ini kamu adalah sumber inspirasiku. Saya telah banyak belajar dari kamu. Dan masih ingin belajar banyak. Tolong, demi persahabatan kita...".
Si sakit masih membisu saja. Dan yang menjenguk mendesak terus "Please, for me sake, demi aku".
Akhirnya ia menyerah "Baik, demi kamu, aku akan kedokter demi persahabatan kita. Kalau tidak sih....".
Sore itu, diantar istrinya, si sakit pergi ke dokter.
Paginya, istri orang yang sakit menelepon teman yang kemarin menjenguk "Kak, tolong datang kerumah, saya butuh bantuan kakak".
Ternyata si sakit menolak minum obat. Temannya menanyakan padanya "Apa lagi, kok tidak mau minum obat?".
Dengan suara terputus-putus si sakit menjawab "Jangan memaksa aku lagi, temanku. Bukankah aku sudah ke dokter?".
"Ya, tapi sekarang kamu tidak mau minum obat".
"Karena kemarin aku hanya berjanji akan ke dokter, aku tidak janji akan minum obat".
Keadaan kita mungkin persis seperti si sakit. Sakit dan sudah ke dokter, tapi tidak mau minum obat. Kita pikir sudah ke dokter, yah sudah cukup. Padahal, diperiksa oleh dokter hanyalah langkah awal. Yang penting adalah obat yang dokter berikan.
Kita rajin ke masjid. Kita pikir sudah cukup. Padahal belum apa-apa. Mendatangi tempat ibadah ibarat mendatangi seorang dokter.
Yang penting justru langkah berikutnya. Langkah yang tidak pernah kita ambil. Kita berhenti ditempat-tempat ibadah. Kita berhenti dipermukaan agama. Kita lupa menyelami esensi agama. Lalu, kita mengeluh "Aduh, aku kok belum sehat-sehat?".
Lalu kita cari dokter yang lain. Kita ke masjid yang lain. Semuanya sia-sia. Jika anda tidak memenuhi anjuran agama, jika anda tidak minum obat yang dokter berikan, kunjungan dokter kemanapun tidak ada gunanya.
Sebuah renungan Sebuah renungan Reviewed by Johan Akhmadin on Monday, August 31, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.