Kisah Syeikh Abd al-Qadir Jilani berada di padang pasir

Syeikh Abd al-Qadir Jilani berada di padang pasir

Ketika Syeikh Abd al-Qadir Jilani tiba di Bagdad, dia berusia 18 tahun. Persis didepan gerbang kota, Nabi Khidir muncul dan mencegahnya masuk. Dia mengatakan pada Syeikh Abd al-Qadir Jilani bahwa ini merupakan perintah Allah SWT agar dia tidak memasuki kota Bagdad selama tujuh tahun. Nabi Khidir membawa Syeikh Abd al-Qadir Jilani ke tempat reruntuhan di padang pasir dan berkata " Tetaplah disini dan jangan tinggalkan tempat ini". Syeikh Abd al-Qadir Jilani tetap tinggal ditempat itu selama tiga tahun. Setiap tahun Nabi Khidir akan muncul kepada Syeikh Abd al-Qadir Jilani dan mengatakan agar Syeikh tetap bertahan di tempat itu.
Syeikh Abd al-Qadir Jilani menceritakan tahun-tahun itu sebagai berikut "Selama aku berdiam di padang pasir di luar Bagdad, semua yang nampak selalu indah tetapi mudah lenyak dan keindahan dunia ini sunguh begitu menggodaku. Allah selalu melindungiku dari bahaya-bahaya mereka. Setan nampak dalam bentuk dan rupa yang berbeda-beda, menyerangku. Allah menjadikanku kuat untuk mengalakknya. Diriku mengunjungiku setiap hari dalam bentuk dan rupaku sendiri, memintaku untuk menjadi temannya. Ketika aku menolak, ia menyerangku. Allah memberi kekuatan untuk mengatasinya melalui perjuangan ku yang tiada henti. Suatu ketika aku mampu memaksanya masuk dipenjaraku dan tinggal bersamaku sepanjang tahun-tahun itu, memaksanya untuk tetap berada di puing-puing gurun pasir itu. Sepanjang tahun aku biasa makan rumput dan akar-akarnya yang biasa aku ambil dan tidak minum air apapun. Ditahun yang lain aku minum air tetapi tidak makan makanan sepotongpun. Ditahun yang lainnya lagi, aku tak dapat makan, minum, dan juga tak dapat tidur. Sepanjang waktu itu aku tinggal direruntuhan bekas bangunan raja-raja kuno persia di Karkh. Aku berjalan tanpa alas kaki melintasi kerikil-kerikil tajam gurun pasir dan tidak merasakan apapun. Dimanapun aku melewati jurang terjal, aku memanjatnya. Aku tidak beristirahat sedikitpun atau memberi kesempatan pada egoku untuk merasa nyaman, atau pada nafsu-nafsu rendah badanku.
Dipenghujung tahun ketujuh, aku mendengar suara dimalam hari "Ya Abd Qadir, sekarang engkau boleh masuk ke kota Bagdad".
Kisah Syeikh Abd al-Qadir Jilani berada di padang pasir Kisah Syeikh Abd al-Qadir Jilani berada di padang pasir Reviewed by Johan Akhmadin on Monday, August 31, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.